Kelahiran Pancasila : Antara Ilham Tuhan dan Refleksi Derita Pahlawan

Muh. Ivansyah
(Ketua DEMA IAIN Kendari)
(Sekbid Riset dan Pengembangan Keilmuan PC IMM Kota Kendari)
(P3A OASIS-SULTRA)
Terlepas dari sebuah perdebatan politis dan historis terkait dengan Hari Lahir Pancasila (1 Juni 1945 atau 18 Agustus 1945) sebagai sebuah pandangan hidup (weltanschauung) maupun dasar falsafah (philosofiche grandslag) Negara Republik Indonesia sebenarnya. 

Itu akan selalu menuai kontroversi yang tak kunjung berakhir dikarenakan setiap dari kita memiliki pandangan dan tafsir atas sejarah yang berbeda-beda bersesuaian dengan sikap pengagungan terhadap para tokoh kemerdekaan yang bermusyawarah bersama dalam sidang BPUPKI. 

Mengapa demikian ? sederhana saja, karena menurut saya yang merumuskan dasar Negara Republik Indonesia tidak hanya Soekarno semata. Melainkan ada tokoh-tokoh kemerdekaan lainnya seperti Mr. Mohamad Yamin, Mr. Supomo, Ki Bagoes Hadikoesomo, Moh. Hatta dan lain sebagainya.

Hanya saja mengapa sebutan Pancasila itu sangat melekat pada jati diri Soekarno sebagai salah satu Founding Fathers Indonesia dikarenakan istilah ini (Pancasila) pertama kali terucap dan didengar oleh masyarakat Indonesia secara umum melalui lidah Soekarno pada Pidatonya yang berapi-api di Tanggal 1 Juni 1945 di Senayan itu. Sehingga menurut sebagian ahli sejarah dan juga pada beberapa literature menjadikan hari tersebut (1 Juni) sebagai Hari Lahir Pancasila. 

Isi dari Pidato Soekarno mengenai gagasan akan Dasar Negara Republik Indonesia Meliputi : Pertama; Kebangsaan Indonesia. Kita hendak mendirikan suatu Negara “semua buat semua”. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan kaya, tetapi “semua buat semua”. Kedua; Internasionalisme atau Perikemanusiaan. Kita bukan saja harus mendirikan Negara Indonesia merdeka, tetapi kita harus menuju pula pada kemerdekaan bangsa-bangsa.

Ketiga; Mufakat atau Demokrasi. Saya yakin bahwa syarat yang mutlak untuk kuatnya Negara Indonesia adalah permusyawaratan, perwakilan. Keempat; Kesejahteraan Sosial. Kalau kita mencari demokrasi, hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hidup yakni politiek economische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial. Kelima; Ketuhanan yang Berkebudayaan. Prinsip Indonesia merdeka dengan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa prinsip kelima dari Negara kita ialah ke-Tuhanan yang berkebudayaan, ke-Tuhanan yang hormat menghormati satu sama lain. (Yudi Latif, 2015; 15-16) 

Pertanyaannya kemudian, dari mana Soekarno menyadur dan menemukan ke-Lima nilai yang ia namakan Pancasila ini ? apakah sudah lama bersemayam dalam pikiran megah Soekarno, atau terlintas begitu saja ketika ia berpidato atau bahkan isi dari Pancasila ia ambil dari karangan salah satu tokoh nusantara terdahulu ?

Menurut pengakuannya pada suatu waktu pasca pidato itu berakhir, dimalam hari menjelang 1 Juni 1945 ia bertafakur, berkontemplasi (perenungan spiritual) dengan menelusuri setapak demi setapak arus perjalanan sejarah bangsa, serta menggali sedalam-dalamnya segala yang terpendam dibumi Indonesia. Mengingat setiap hikmah pada pertemuannya dengan pahlawan yang gugur. Dan akhirnya ia bersimpuh, menengadahkan tangan keatas seraya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi petunjuk (ilham) dan jawaban atas pertanyaan tentang dasar Negara Republik Indonesia yang hendak dimerdekakan. 

Soekarno ditengah malam itu ketika melihat jutaan bintang gemerlapan, ia merasa kecil, hina dan tak mampu berbuat apa-apa selain meminta petunjuk kepada Tuhan yang Maha Esa. Ia telah melihat dan menyaksikan secara langsung penderitaan rakyat, pemimipin-pemimpin yang meringkuk dalam penjara, orang-orang yang didrel mati, melihat orang yang naik ketiang penggantungan, dan bahkan ia mendapat surat dari orang Indonesia yang esoknya akan digantung. Yang mengamanatkan kepada Soekarno ; Bung Karno, besok aku akan meninggalkan dunia ini. Lanjutkanlah perjoangan kita ini. Selengkapnya (Soekarno, 1964:6-8).

Dan setelah ia mengucapkan doa, ia merasa mendapat petunjuk. Ia merasa mendapat ilham. Ilham yang berkata : galilah apa yang hendak engkau jawabkan itu dari bumi Indonesia Sendiri. maka Soekarno menelusuri seluruh ruang-ruang ingatan dan menggali sejarah, budaya, warisan serta nilai-nilai perjuangan yang terkubur dibumi Indonesia. Ia semakin sadar bahwa penderitaan rakyat yang menjadi pahlawan disetiap medan perang harus segera dihentikan dengan kemerdekaan. 

Kemerdekaan yang dinaungi oleh sebuah dasar yang jelas, Azas yang jelas, Dan pandangan hidup yang jelas, Yakni Pancasila. Sebuah Prinsip yang dipegang teguh oleh setiap manusia Indonesia sejak kemerdekaan (17 Agustus 1945) hingga kembali pada liang-Nya masing-masing.

Melalui sejarah ini, kita mesti menyadari bahwa dasar Negara bangsa Indonesia yang agung ini salah satunya lahir dari hubungan dekat kita pada Tuhan yang Maha Esa dan juga dendam akan penjajahan yang berkepanjangan. Olehnya itu sebagai manusia Indonesia yang hidup dalam bingkai kesatuan Pancasila sudah sepatutnya kita dalam mengabdi, berkarya, bekerja dan bertindak hendaknya menanamkan nilai-nilai transenden (ilahiah) dan juga kedaulatan bersama agar terselenggaranya proses pengamalan Pancasila sebagaimana yang dicita-citakan para pendiri bangsa. 

SERBUAN TENAGA KERJA ASING PRIBUMI DI PHK ASING DI KERJAKAN



Oleh : Awal Kurniawan
Kamis 31 Mei 2018, 04:47 WITA

Kendari - sebelum negara tercinta kita merdeka yakni, Indonesia. Kita harus mencicipi terlebih dahulu penjajahan yang dilakukan bangsa asing. Di mulai dari portugis yang masuk dinegeri ini yang datang ke malaka pada tahun 1509. Kemudian di lanjutkan oleh spanyol, yang dimana mereka membangun benteng di tidore. Selanjutnya masuknya belanda di Indonesia, inilah negara yang menjajah negeri ini paling lama menurut sejarah yaitu 350 tahun di mana mereka masuk pertama kali di banten. Kemudian barulah jepang masuk di Indonesia menjajah negeri kita, jepang awalnya di sambut baik oleh bangsa kita kala itu, tapi kenyataannya mereka sama saja dengan belanda.

Sebagai bangsa yang pernah mencicipi penjajahan kita seharusnya sadar bahwa, bangsa kita ini di merdekakan dengan semangat para pejuang bangsa yang cinta akan negeri tempat ia dilahirkan. Sebagai generasi penerus bangsa tentunya kita harus menjaga bangsa ini dan terus belajar agar bangsa asing tidak lagi membodohi kita, dan seharusnya pemuda hari ini harus menghargai perjuangan para pahlawan bangsa.

Kekawatiran kita tentang perpres 20/2018 yang di tanda tangani oleh presiden joko Widodo apakah kebijakan ini akan berdampak besar untuk negara ini atau sebaliknya. Sebagai bangsa yang kaya tentunya tidak dinikmati oleh anak, cucu kita. Kebijakan ini tentunya di buat untuk mempersulit izin kepada tenaga kerja asing. Tetapi banyak dari mereka itu tenaga kerja asing khususnya dari tiongkok tidak memiliki kelengkapan perizinan yang lengkap dan juga mereka tidak memiliki keahlian khusus. Ini seakan-akan peraturan pepres memudahkan tenaga kerja asing mudah masuk di Indonesia.

Kita tahu bahwa dengan masuknya tenaga kerja asing asal cina ini membuat para warga yang belum memiliki pekerjaan menjadi cemburu akibat pemerintah mendatangkan pekerja asing.

Bayangkan saja tenaga kerja asing asal cina yang masuk di Indonesia sangat banyak. Contohnya di kecamatan morosi kabupaten konawe desa puurui dan juga perusahaan yang paling banyak memperkerjakan pekerja asing adalah perusahaan pertambangan PT. Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI). Tidak hanya tenaga ahli mereka datangkan tetapi bahkan buruh dan tukang masak mereka angkut juga. bagaimana nasib pribumi kita, sebagai tuan dirumah kita tentunya memakai fasilitas kita. tetapi apa sekarang yang kita lihat ini seakan-akan pribumi di jajah dan pemerintah sampai sekarang bagai kaki tangan para asing-asing itu ya wajarlah kalau dalam tulisan ini saya pantas mengatakan asing dikerjakan pribumi di PHK.

Seharusnya kita semua sadar bahwa mereka masuk di negeri kita ini karna memang negeri kita sangat kaya . ya, kaya akan sumber daya alam. Kita harus kawatir sejarah telah memberikan banyak pembelajaran. Jangan sampai masa itu terulang. Yang di mana penjajah selama berangsur-angsur terus menjajah kita.dan pemerintah tentunya harus memperhatikan nasib rakyat kita terlebih dahulu, baru mendahulukan yang lain. Generasi hari ini harus banyak belajar dari sejarah dan juga harus pandai-pandai menjaga bukan malah membiarkan.

MENGENAL LEBIH DEKAT SOSOK CALON KETUA DEMA/ PRESIDEN MAHASISWA PERIODE 2017-2018


Muhammad Ivansyah, mahasiswa Ekonomi Syariah Angkatan 2014 ini sedang sentral dibicarakan dalam dunia perpolitikan kampus IAIN Kendari oleh para mahasiswa. Ya, mahasiswa semester delapan ini adalah calon Presiden Mahasiswa/Ketua DEMA IAIN Kendari nomor urut 1.

Laki-laki kelahiran Pomalaa, Kabupaten Kolaka pada 14 Juli  1996 silam ini adalah anak pertama dari dua bersaudara. Dididik dengan keras oleh keluarganya, ia sudah terbiasa hidup mandiri sejak kecil. Selama menjadi mahasiswa ia tak sekedar kuliah, tapi juga bekerja dan berorganisasi. Ia sendiri rela mengorbankan waktu tidurnya hanya 2-3 jam dalam sehari. Ia meyakini, hidup adalah untuk mencari kebermanfaatan, salah satunya adalah dengan jalan berorganisasi.

Hari ini, ia mencalonkan diri untuk memimpin dari garda depan dengan landasan motivasi “ada niat, di situ ada jalan. Artinya ia punya niat, mempunyai dorongan dari kawan-kawan, senior, adinda-adinda di organisasi dan jurusan, serta dorongan dari orang tuanya yang membangun karakter keberanian, ingin maju, dan bertarung. 

Baginya, pemimpin adalah pribadi yang dikorbankan. Dalam perspektif, ia harus harus melayani, memotivasi, dan memberikan sebuah karya yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus bisa bekerja keras dan membuat gebrakan-gebrakan yang baru di organisasi.

Hingga hari ini ivansyah pernah menjadi Ketua IMM Komisariat IAIN Kendari periode 2016-2017, Pengurus UKM Seni IAIN Kendari, Pengurus Oasis  Sultra, Pengurus DEMA IAIN Kendari, Ketua HMPS Ekonomi Syariah Dua Periode, dan Ketua Panita PBAK 2016,

Ia diusung oleh segenap pengurus Partai Kesatuan Mahasiswa (PKM) yang selanjutnya melakukan koalisi bersama 3 Partai Besar di IAIN Kendari antara lain Partai Serikat Mahasiswa Islam (Pasmi), Partai Sahabat Mahasiswa (PSM), dan Partai Bintang Mahasiswa (PBM). Ke 4 partai ini kemudian mendeklarasikan Koalisinya dengan nama Koalisi Pasti Sehati (KOPI) 41. Yang berarti 4 partai dalam 1 tujuan pengembangan yang sama untuk Lembaga Kemahasiswaan IAIN Kendari beserta seluruh Mahasiswa IAIN Kendari.

Visi-misi Koalisipun disusun secara bersama dengan mengutamakan kepentingan keseluruhan mahasiswa. Yakni, Menjadikan IAIN Kendari sebagai sentral pembelajaran lembaga Kemahasiswaan (Keorganisasian) di SULTRA dengan mengintensifkan seluruh kegiatan organisasi intra dan ekstra kampus.

Dengan misi antara lain menghimpun dan mengakomodir aspirasi mahasiswa IAIN Kendari untuk diselesaikan dengan jalur yang sesuai dengan KBM IAIN Kendari.

Jelang PEMILMA, KPUM Gelar Kampanye Akbar


UKMPersNews, IAIN Kendari- Kampanye Akbar KPUM IAIN Kendari yang dilaksanakan didepan gedung LP2M hari ini berlangsung dengan tertib. (28/12/2017)

Lima partai politik mahasiswa turut serta memeriahkan Kampanye Akbar hari ini, sebagaimana dijelaskan oleh Yunus selaku Ketua KPUM IAIN Kendari “ada lima partai yang terdaftar dan sah, yaitu partai Pelita, PSM, PKM, PASMI dan PBM.”Ungkapnya 

Selain itu Yunus selaku Ketua KPUM juga menjelaskan beberapa persiapan yang dilakukan oleh KPUM terkait dengan pelaksanaan Kampanye Akbar hari ini. “Selama persiapan untuk Kampanye Akbar ini, yang pertama kami dari KPUM sudah membuka pendaftaran partai dan memplenokan ada lima partai yang terdaftar dan sah kemudian memperkenalkan.”Terangnya

Kampanye Akbar ini merupakan rangkaian kegiatan Pemilma (Pemilihan Mahasiswa) IAIN Kendari. Melalui Kampanye Akbar ini semua partai politik mahasiswa menyampaikan aspirasi dan ber-kampanye secara terbuka menyampaikan visi misinya. “Tujuannya adalah bagaimana semua partai mampu menyampaikan aspirasinya, mampu menyampaikan apa yang menjadi visi misinya.”Jelas Arham Tahir PANWAS KPUM IAIN Kendari 
Dengan terlaksananya Kampanye Akbar ini diharapkan semua Partai Politik Mahasiswa dapat bersaing dengan baik dan adil. “harapan saya dengan adanya Kampanye Akbar ini semua partai sama-sama berpikir sehat dan sama-sama bersaing dengan baik supaya didalam PEMILMA ini  berjalan sesuai dengan aturan Undang-undang PEMILMA, KBM dan PARPOLMA.” Tutup Yunus Ketua KPUM IAIN Kendari.

Arni Ayunita
Dyieka variedz zuhriyyah

Kepengurusan LDK, KOPMA di Bekukan Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi


UKMPersNews, IAINKendari- Gabungan aliansi mahasiswa bersuara menggelar Aksi penyadaran di tengah-tengah  civitas akademika IAIN kendari terkait dengan pembekuan kepengurusan LDK dan KOPMA oleh pihak Birokrasi dan Dewan Mahasiswa ( DEMA ) IAIN Kendari, Selasa ( 19/12/17 ).

Aksi penyadaran ini dipimpin langsung oleh Hikmah Sanggala bersama para aktivis dakwah kampus, pasalnya aksi ini digelar karena tidak terima sikap birokrasi bertindak sewenang-wenang atau bertindak Otoriter dan menjadi perpanjangan tangan dari penguasa untuk menghalang-halangi dakwah islam.

 “ ini adalah rentetan peristiwa yang di alami khususnya lembaga dakwah, yang bergerak dalam lembaga dakwah mereka dibatasi, mereka dipersekusi dan terakhir ini yang terbaru mereka di bekukan kepengurusannya, tanpa ada kejelasan yang pasti dan rasional.” Ungkap Hkmah Sanggala.

Hikmah Sanggala juga menegaskan bahwa apabila tuntutan mereka tidak di indahkan maka mereka akan terus melakukan Aksi. “jadi memang tuntutan kita ada beberapa hal di pernyataan sikap, mulai dari Stop persekusi mahasiswa, Birokrasi jangan menjadi alat perpanjangan tangan, kemudian cabut pembekuan kepengurusan LDK dan KOPMA dan kemudian ketika ini tidak di indahkan,  maka kita akan terus menggalang massa, terus akan melakukan Aksi dan kami akan mempublikasikan hal ini, akan menyampaikan hal ini kepada seluruh pelajar bahwasannya di IAIN telah terjadi sebuah ke dzoliman melalui Birokrasi dan DEMA kepada aktivis kampus.” Tegasnya

“ Sebagaimana yang telah diatur  dalam UU bahwa  kampus focus kepada Tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan (proses belajar-mengajar), penelitian dan pengapdian. Tidak ada dalam Tridarma yang menghalang-halangi dakwa kampus. Maka harapan kami kampus itu Fokus pada Tridarma jangan menghalang-halangi kebebasan intelektual kami untuk menyampaikan Aspirasi. “ Tutupnya

Reporter : ASRANI
Editor : Amir


  


Dituding Sebagai Fakultas Cikal Bakal Radikalisme, Keluarga Besar Mahasiswa FUAD Gelar Aksi Klarifikasi

Ketua Senat Mahasiswa FUAD IAIN Kendari

UKMPersNews, IAINKendari-
Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Ushuludhin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Kendari menggelar Aksi Klarifikasi di plataran gedung auditorium IAIN Kendari terkait tudingan yang dikemukakan oleh seseorang yang mengatas namakan dirinya ketua BEM IAIN Kendari, Selasa (5/12/17).


Aksi klarifikasi ini dipimpin langsung oleh ketua Senat Mahasiswa FUAD, bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa FUAD dan HMPS FUAD, pasalnya aksi ini digelar atas aspirasi dari mahasiswa FUAD karena tidak terima dengan apa yang disampaikan oleh seseorang yang mengatasnamakan ketua BEM IAIN Kendari bahwa FUAD adalah Fakultas sebagai cikal bakal radikalisme di kampus IAIN Kendari yang saat ini pernyataan tersebut tengah viral disosial media.


“Sebenarnya ini bukan dari aspirasi saya saja melainkan aspirasi dari teman-teman mahasiswa FUAD  karena ingin mengklarifikasi dan menyuarakan aspirasinya terkait pernyataan seseorang yang mengatasnamakan Ketua BEM IAIN Kendari, bahwa FUAD adalah Fakultas sebagai cikal bakal radikalisme dan masalah tersebut memang tidak bisa kita diamkan” Ungkap Haerul Ikhsan, Ketua Senat Mahasiswa FUAD.


Haerul ikhsan juga menjelaskan bahwa hal tersebut sementara diusut tentang kebenarannya ke pihak media yang menerbitkan, dan berharap ada tindak lanjut dari pihak birokrasi IAIN Kendari.


"Saat ini kami sementara mengusut kebenaran pernyataan tersebut ke media yang menerbitkan, karena terus terang kalau memang benar adanya pernyataan yang dikemukakan bahwa FUAD adalah Fakultas cikal bakal radikalisme, kami selaku mahasiswa FUAD tidak menerima hal tersebut, dan seharusnya hal ini ada tindak lanjut dari pihak birokrasi" Pungkasnya


“Harapan kami kedepannya dengan adanya masalah ini kalau mau berbuat sesuatu atau menyebarluaskan informasi harus sesuai dengan faktanya apalagi ini menyangkut fakultas dan jika bicara terkait pencitraan fakultas secara tidak langsung itu bicara pencitraan Institut juga” Tambahnya.


Reporter : Nur Annisa Fitri
                   Asrany
Editor      : Arni Ayunita

Juara Satu di Event GenBi, Begini Curhatan Nur Wulan Sari


UkmPersNews, IAIN Kendari- Pasca meraih juara satu lomba Essay dan Photo Contest yang digelar GenBI IAIN Kendari, Sabtu (2/12/17). Nur Wulan yang ditemui usai menerima reward berupa sertifikat dan sejumlah uang tunai mengungkapkan, sangat bersyukur dan bahagia atas prestasi yang diraihnya hari itu.

Bagaimana tidak, lanjut mahasiswa Fakultas Ekomomi dan Bisnis itu, dirinya yang belum lama ini menginjakan kaki di IAIN Kendari, tak disangka mampu melampauhi peserta lainnya dan keluar sebagai jawara.

Saat ini, Dia (wulan,red) bahkan masih belum percaya jika dirinya menjadi juara di event itu. Pasalnya, setelah mengirim tulisannya ke Panitia Pelaksana, Wulan hanya belajar sehari sebelum kegiatan berlangsung dan dibimbing oleh kakak senior di salah satu organisasi kemahasiswaan lingkupnya. 

"Saya masih belum percaya, tapi saya ingin mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada kedua orang tuaku, teman-teman satu organisasiku, dan teristimewa kepada senior-seniorku yang mengajar saya dari habis sholat isya tadi malam sampai jam 3 subuh, ini menjadi awal yang baik buat saya dan akan menambah semangat untuk terus belajar," curhatnya panjang lebar.

Saat ditanya organisasi apa yang digeluti, Wulan menyebutnya belum ada organisasi internal kampus yang dimasuki, kendati demikian, tambahnya, bukan berarti tak ada niat untuk ikut. Dirinya meyakini bahwa organisasi penting untuk menunjang perjalanan akademiknya.

"Saat ini saya belum berorganisasi di dalam kampus, tapi saya sudah memilki tempat belajar saya, yakni Organisasi Akademisi Mahasiswa Islam (OASIS) Sultra, dan jujur saja yang mengajar kami menulis dan menyarankan ikut kegiatan ini sampai belajar satu malam penuh di sekretnya, itu senior-senior di sana (OASIS,red)," tutupnya.

Penulis : redaksi UKM Pers IAIN Kendari.

Ekspresi dan Aspirasi Generasi Muda Bersama BI Corner Oleh GENBI IAIN Kendari

Reporter: Arni Ayunita
Editor     : Asrani

PersIAINKendari- Lomba Essay dan Photo Contest dengan tema Ekspresi dan Aspirasi Generasi Muda Bersama BI Corner oleh GENBI IAIN Kendari, Sabtu 02 Desember 2017 di gedung Perpustakaan lantai II IAIN Kendari.

Dalam kegiatan ini Bank Indonesia turut andil mensponsori, selain itu pihak-pihak lain yang turut andil ialah BPP (Badan Pengembangan Produktivitas Ketenagakerjaan Kota Kendari), dan lembaga Ekonomi kreatif  serta beberapa Dosen IAIN Kendari.

Saat ditemui Siti Lestari selaku ketua panitia menjelaskan tentang persyaratan untuk mengikuti kegiatan ini.“Persyaratan untuk ikut serta dalam kegiatan ini adalah pertama dinyatakan sebagai mahasiswa aktif di kampus IAIN Kendari, kedua itu membuat atau menulis essay kemudian mencantumkan semester, fakultas, dan NIM”. Jelasnya

Siti Lestari juga mengemukakan harapan-harapannya terkait dengan pelaksanaan kegiatan Lomba Essay dan photo contest ini “Saya berharap mudah-mudahan mahasiswa IAIN Kendari terutama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan Fakultas Syariah yang berhubungan dengan ekonomi bisa meningkatkan ketertarikan ekonominya terutama dalam pasar lokal tentang ekonomi kreatif supaya kampus kita ini bisa terkenal sampai diluar tentang ekonomi kreatifnya”. Tambahnya

Sementara itu Ketua GENBI IAIN Kendari Irwan Saputra mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai media untuk  promosi BI Corner, selain itu dapat menanamkan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa IAIN Kendari melalui kegiatan Lomba Essay ekonomi kreatif dengan hasil-hasil local yang ada di Sulawesi Tenggara. Dengan begitu dapat menciptakan dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dalam diri mahasiswa.

Dalam kegiatan ini juara I berhasil diraih oleh Nur Wulan Sari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), saat ditemui Nur Wulan Sari mengungkapkan bahwa ia sangat senang dan bersyukur atas kemenangan yang diraihnya dan tentunya tidak terlepas dari usaha kerja keras dan bimbingan senior-seniornya. “saya sangat senang dan bersyukur karena terus terang saya masih pemula dalam menulis essay tapi dengan usaha dan kerja keras serta bimbingan dari senior-senior saya bisa meraih juara I” Ungkapnya



AKHIR TAHUN UKM-BAHASA IAIN KENDARI GELAR MUSYAWARAH BESAR PERDANA

Penulis; Erwin

PersIAINKendari- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bahasa IAIN Kendari menyelenggarakan Musyawarah Besar (MUBES) sebagai wujud eksistensinya, Jumat 01 Desember 2017 di gedung PKM lantai II IAIN Kendari.

Musyawarah Besar perdana ini bertemakan Strive Together and Respect Each Other dalam artian menjalin silaturahim, kebersamaan, dan persaudaraan serta menyapa satu sama lain atau menyapa kembali kader-kadernya yang sempat bergabung pada saat masih bersatatus komunitas (KABITMI) “dalam kegiatan Musyawarah Besar ini pihak panitia mengangkat tema Strive Together and Respect Each Other dengan arti Stive Together adalah silaturahim dalam menjalin kebersamaan, persaudaraan, dan diorganisasi ini juga memiliki simbol One Big Family artinya satu keluarga besar makanya temanya Strive Together and Respect Each Other artinya saling merespect saling menyapa satu sama lain atau menyapa kembali kader-kader yang sempat bergabung pada saat masih berbentuk komunitas (KABITMI)”. Ungkap Muhammad Fauzan, Plt Ketua umum UKM Bahasa.

“target dari kegiatan Musyawarah Besar ini adalah tentang akademisi dibidang bahasa dan salah satu program kerjanya adalah menjadikan mahasiswa IAIN Kendari unggul dalam Bahasa dan ITI” Tambahnya

Mr. Halim M.Tsol selaku pembina UKM Bahasa menjelaskan bahwa harapan kedepan diadakannya Musyawarah Besar ini adalah untuk menciptakan mahasiswa-mahasiswa khususnya yang terkait dibidang bahasa dan tergabung di UKM Bahasa agar bisa menyalurkan atau memberikan anspirasi kepada mahasiswa IAIN Kendari, agar bisa menjadikan bahasa arab, inggris, jepang dan bahasa lainnya sebagai batu loncatan untuk nantinya dapat diterima dimasyarakat dan diterima dilapangan kerja dengan baik.

Piala Mahasiswa UKM Olahraga IAIN Kendari Resmi Ditutup

Penulis; Arnita Nur’Syifa/Asrani PersIAINKendari- Piala Mahasiswa dengan tema menjalin keharmonisan melalui olahraga oleh UKM Olahraga IAIN Kendari resmi ditutup pada selasa 28/11.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjalin silaturahmi dan persahabatan antar mahasiswa IAIN Kendari. “Harapan saya mengadakan kegiatan ini agar silaturahim dan persahabatan antar mahasiswa IAIN kendari ini makin akrab”. Ungkap Ketua Umum UKM Olahraga IAIN Kendari.

Pertandingan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa IAIN Kendari dan berhasil dimenangkan oleh PAI, saat ditemui Sulpikat Alam selaku kapten tim PAI mengungkapkan bahwa ia sangat senang dan bersyukur dengan kemenangan yang diperoleh oleh timnya. “Saya sangat senang dan bersyukur karena terus terang gelar PAI masih bisa dipegang dari 2014 sampai sekarang 2017”. Terangnya

Untuk menjadi juara pertama tentunya penuh persiapan-persiapan strategi untuk masuk ke babak final sampai akhirnya bisa memenangkan pertandingan, dan dalam persiapan ada banyak hambatan-hambatan yang dialami “dalam persiapan-persiapan yang kami lakukan hambatannya itu karna kami kekurangan sponsor dan dana tapi alhamdulillah kami bisa membuktikan bahwa PAI itu bisa, kami pun berharap kedepannya kami bisa mengikuti turnamen-turnamen lain sampai di luar IAIN.” Tambahnya

Pada pertandingan Piala Mahasiswa ini juga beberapa penghargaan diberikan kepada Pemain terbaik, Top Score dan Kiper terbaik. Miming dari tim PAI berhasil dinobatkan sebagai pemain terbaik, Muhammad Rahim dari tim PAI C 2014 berhasil dinobatkan sebagai top score, dan Nur Holis dari tim EI 15 Fc dinobatkan sebagai Kiper terbaik.

Darahku Bentuk Nyata Peduli Sesama Oleh Resimen Mahasiswa IAIN Kendari

Penulis; Hamka Dwi Sultra PersIAINKendari – Resimen Mahasiswa Satuan 242 Jihad Chakti IAIN Kendari peringati hari pahlawan 10 November dengan menggelar Aksi Donor Darah di Gedung Auditorium IAIN Kendari, kamis (16/11/2017).

Bukan hanya kegiatan bela Negara yang selalu dilaaksanakan oleh Resimen Mahasiswa IAIN Kendari namun juga ada beberapa kegiatan sosial yang cukup menarik perhatian namun sering dilupakan oleh masyarakat seperti bakti sosial dan donor darah selain dapat membantu sesama manusia yang membutuhkan darah kegiatan ini juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor darah.

Resimen Mahasiswa IAIN Kendari menggandeng PMI Kendari dalam menyelenggarakan donor darah. Di luar dugaan, peminat lebih dari 200 pendonor, pahadal target hanya 200 orang saja. Abdul Mufakkir, Komandan Satuan Tugas Resimen Mahasiswa mengatakan bahwa target memang 200 tapi PMI Kendari membatasi jumlah pendonor hingga 77 orang dikarenakan keterbatasan Kantung Darah. “Formulir memang tersedia lebih dari 200 lembar, namun faktanya setelah cek tekanan darah, HB dan sebagaimana beberapa calon pendonor gugur karena tidak memenuhi syarat, sementara 62 pendonor yang memenuhi syarat terpaksa di gugurkan karna keterbatasan kantung darah yang disediakan PMI ” terang Abdul Mufakkir.

Ini adalah kali ke-tujuh pelaksanaan pendonoran darah oleh Resimen Mahasiswa IAIN Kendari dalam memperingati hari pahlawan 10 November dan sebagai bentuk nyata pengabdian terhadap NKRI dengan membantu sesama yang membutuhkan, kegiatan ini disambut gembira oleh PMI Kendari karna Resimen Mahasiswa telah membawa organisasinya menjadi salah satu kelompok pendonor.

UKM Pers IAIN Kendari Membuka Rekruitmen Anggota Baru Ang. XVIII Tahun 2018


UkmPersIAINKendari_UKM PERS IAIN KENDARI kembali membuka kesempatan bagi para mahasiswa yang berjiwa insan Pers untuk bergabung sebagai anggota di UKM Pers IAN Kendari.

Tujuan dibukanya rekruitment anggota baru UKM Pers IAIN Kendari angkatan XVIII Tahun 2018 selain untuk menambah kuantitas anggota juga sebagai wadah penyaluran bakat mahasiswa,.

"diluar sana kan banyak mahasiswa yang memiliki bakat menulis serta bakat-bakat lainnya yang berkaitan dengan dunia Pers, Cuma terkendala di wadah yang tidak ada, maka dari itu kami buka rekruitmen untuk menampung mereka dalam menyalurkan bakat” terang Zulhijjah, Ketua Umum UKM Pers IAIN Kendari.

Zulhijjah mengungkapkan bahwa waktu pendaftaran sudah mulai dengan membuka posko pendaftaran di depan Gedung FEBI IAIN Kendari, dan juga membuka pendaftaran online (Klik Disini) untuk memudahkan mahasiswa yang berhalangan datang ke posko pendaftaran.

Dengan di bukanya rekruitment anggota baru UKM Pers IAIN Kendari diharapkan agar kiranya mahasiswa IAIN Kendari betul-betul memanfaatkan kesempatan ini untuk bergabung dalam wadah tersebut, terkhusus bagi yang memiliki bakat di bidang Pers/Jurnalistik agar bakat yang dimilikinya dapat dikembangkan serta tersalurkan.

Juara Satu di Event GenBi, Begini Curhatan Nur Wulan Sari

UkmPersNews, IAIN Kendari - Pasca meraih juara satu lomba Essay dan Photo Contest yang digelar GenBI IAIN Kendari, Sabtu (2/12/17). Nur...