Kelahiran Pancasila : Antara Ilham Tuhan dan Refleksi Derita Pahlawan

Muh. Ivansyah
(Ketua DEMA IAIN Kendari)
(Sekbid Riset dan Pengembangan Keilmuan PC IMM Kota Kendari)
(P3A OASIS-SULTRA)
Terlepas dari sebuah perdebatan politis dan historis terkait dengan Hari Lahir Pancasila (1 Juni 1945 atau 18 Agustus 1945) sebagai sebuah pandangan hidup (weltanschauung) maupun dasar falsafah (philosofiche grandslag) Negara Republik Indonesia sebenarnya. 

Itu akan selalu menuai kontroversi yang tak kunjung berakhir dikarenakan setiap dari kita memiliki pandangan dan tafsir atas sejarah yang berbeda-beda bersesuaian dengan sikap pengagungan terhadap para tokoh kemerdekaan yang bermusyawarah bersama dalam sidang BPUPKI. 

Mengapa demikian ? sederhana saja, karena menurut saya yang merumuskan dasar Negara Republik Indonesia tidak hanya Soekarno semata. Melainkan ada tokoh-tokoh kemerdekaan lainnya seperti Mr. Mohamad Yamin, Mr. Supomo, Ki Bagoes Hadikoesomo, Moh. Hatta dan lain sebagainya.

Hanya saja mengapa sebutan Pancasila itu sangat melekat pada jati diri Soekarno sebagai salah satu Founding Fathers Indonesia dikarenakan istilah ini (Pancasila) pertama kali terucap dan didengar oleh masyarakat Indonesia secara umum melalui lidah Soekarno pada Pidatonya yang berapi-api di Tanggal 1 Juni 1945 di Senayan itu. Sehingga menurut sebagian ahli sejarah dan juga pada beberapa literature menjadikan hari tersebut (1 Juni) sebagai Hari Lahir Pancasila. 

Isi dari Pidato Soekarno mengenai gagasan akan Dasar Negara Republik Indonesia Meliputi : Pertama; Kebangsaan Indonesia. Kita hendak mendirikan suatu Negara “semua buat semua”. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan kaya, tetapi “semua buat semua”. Kedua; Internasionalisme atau Perikemanusiaan. Kita bukan saja harus mendirikan Negara Indonesia merdeka, tetapi kita harus menuju pula pada kemerdekaan bangsa-bangsa.

Ketiga; Mufakat atau Demokrasi. Saya yakin bahwa syarat yang mutlak untuk kuatnya Negara Indonesia adalah permusyawaratan, perwakilan. Keempat; Kesejahteraan Sosial. Kalau kita mencari demokrasi, hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hidup yakni politiek economische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial. Kelima; Ketuhanan yang Berkebudayaan. Prinsip Indonesia merdeka dengan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bahwa prinsip kelima dari Negara kita ialah ke-Tuhanan yang berkebudayaan, ke-Tuhanan yang hormat menghormati satu sama lain. (Yudi Latif, 2015; 15-16) 

Pertanyaannya kemudian, dari mana Soekarno menyadur dan menemukan ke-Lima nilai yang ia namakan Pancasila ini ? apakah sudah lama bersemayam dalam pikiran megah Soekarno, atau terlintas begitu saja ketika ia berpidato atau bahkan isi dari Pancasila ia ambil dari karangan salah satu tokoh nusantara terdahulu ?

Menurut pengakuannya pada suatu waktu pasca pidato itu berakhir, dimalam hari menjelang 1 Juni 1945 ia bertafakur, berkontemplasi (perenungan spiritual) dengan menelusuri setapak demi setapak arus perjalanan sejarah bangsa, serta menggali sedalam-dalamnya segala yang terpendam dibumi Indonesia. Mengingat setiap hikmah pada pertemuannya dengan pahlawan yang gugur. Dan akhirnya ia bersimpuh, menengadahkan tangan keatas seraya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi petunjuk (ilham) dan jawaban atas pertanyaan tentang dasar Negara Republik Indonesia yang hendak dimerdekakan. 

Soekarno ditengah malam itu ketika melihat jutaan bintang gemerlapan, ia merasa kecil, hina dan tak mampu berbuat apa-apa selain meminta petunjuk kepada Tuhan yang Maha Esa. Ia telah melihat dan menyaksikan secara langsung penderitaan rakyat, pemimipin-pemimpin yang meringkuk dalam penjara, orang-orang yang didrel mati, melihat orang yang naik ketiang penggantungan, dan bahkan ia mendapat surat dari orang Indonesia yang esoknya akan digantung. Yang mengamanatkan kepada Soekarno ; Bung Karno, besok aku akan meninggalkan dunia ini. Lanjutkanlah perjoangan kita ini. Selengkapnya (Soekarno, 1964:6-8).

Dan setelah ia mengucapkan doa, ia merasa mendapat petunjuk. Ia merasa mendapat ilham. Ilham yang berkata : galilah apa yang hendak engkau jawabkan itu dari bumi Indonesia Sendiri. maka Soekarno menelusuri seluruh ruang-ruang ingatan dan menggali sejarah, budaya, warisan serta nilai-nilai perjuangan yang terkubur dibumi Indonesia. Ia semakin sadar bahwa penderitaan rakyat yang menjadi pahlawan disetiap medan perang harus segera dihentikan dengan kemerdekaan. 

Kemerdekaan yang dinaungi oleh sebuah dasar yang jelas, Azas yang jelas, Dan pandangan hidup yang jelas, Yakni Pancasila. Sebuah Prinsip yang dipegang teguh oleh setiap manusia Indonesia sejak kemerdekaan (17 Agustus 1945) hingga kembali pada liang-Nya masing-masing.

Melalui sejarah ini, kita mesti menyadari bahwa dasar Negara bangsa Indonesia yang agung ini salah satunya lahir dari hubungan dekat kita pada Tuhan yang Maha Esa dan juga dendam akan penjajahan yang berkepanjangan. Olehnya itu sebagai manusia Indonesia yang hidup dalam bingkai kesatuan Pancasila sudah sepatutnya kita dalam mengabdi, berkarya, bekerja dan bertindak hendaknya menanamkan nilai-nilai transenden (ilahiah) dan juga kedaulatan bersama agar terselenggaranya proses pengamalan Pancasila sebagaimana yang dicita-citakan para pendiri bangsa. 

SERBUAN TENAGA KERJA ASING PRIBUMI DI PHK ASING DI KERJAKAN



Oleh : Awal Kurniawan
Kamis 31 Mei 2018, 04:47 WITA

Kendari - sebelum negara tercinta kita merdeka yakni, Indonesia. Kita harus mencicipi terlebih dahulu penjajahan yang dilakukan bangsa asing. Di mulai dari portugis yang masuk dinegeri ini yang datang ke malaka pada tahun 1509. Kemudian di lanjutkan oleh spanyol, yang dimana mereka membangun benteng di tidore. Selanjutnya masuknya belanda di Indonesia, inilah negara yang menjajah negeri ini paling lama menurut sejarah yaitu 350 tahun di mana mereka masuk pertama kali di banten. Kemudian barulah jepang masuk di Indonesia menjajah negeri kita, jepang awalnya di sambut baik oleh bangsa kita kala itu, tapi kenyataannya mereka sama saja dengan belanda.

Sebagai bangsa yang pernah mencicipi penjajahan kita seharusnya sadar bahwa, bangsa kita ini di merdekakan dengan semangat para pejuang bangsa yang cinta akan negeri tempat ia dilahirkan. Sebagai generasi penerus bangsa tentunya kita harus menjaga bangsa ini dan terus belajar agar bangsa asing tidak lagi membodohi kita, dan seharusnya pemuda hari ini harus menghargai perjuangan para pahlawan bangsa.

Kekawatiran kita tentang perpres 20/2018 yang di tanda tangani oleh presiden joko Widodo apakah kebijakan ini akan berdampak besar untuk negara ini atau sebaliknya. Sebagai bangsa yang kaya tentunya tidak dinikmati oleh anak, cucu kita. Kebijakan ini tentunya di buat untuk mempersulit izin kepada tenaga kerja asing. Tetapi banyak dari mereka itu tenaga kerja asing khususnya dari tiongkok tidak memiliki kelengkapan perizinan yang lengkap dan juga mereka tidak memiliki keahlian khusus. Ini seakan-akan peraturan pepres memudahkan tenaga kerja asing mudah masuk di Indonesia.

Kita tahu bahwa dengan masuknya tenaga kerja asing asal cina ini membuat para warga yang belum memiliki pekerjaan menjadi cemburu akibat pemerintah mendatangkan pekerja asing.

Bayangkan saja tenaga kerja asing asal cina yang masuk di Indonesia sangat banyak. Contohnya di kecamatan morosi kabupaten konawe desa puurui dan juga perusahaan yang paling banyak memperkerjakan pekerja asing adalah perusahaan pertambangan PT. Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI). Tidak hanya tenaga ahli mereka datangkan tetapi bahkan buruh dan tukang masak mereka angkut juga. bagaimana nasib pribumi kita, sebagai tuan dirumah kita tentunya memakai fasilitas kita. tetapi apa sekarang yang kita lihat ini seakan-akan pribumi di jajah dan pemerintah sampai sekarang bagai kaki tangan para asing-asing itu ya wajarlah kalau dalam tulisan ini saya pantas mengatakan asing dikerjakan pribumi di PHK.

Seharusnya kita semua sadar bahwa mereka masuk di negeri kita ini karna memang negeri kita sangat kaya . ya, kaya akan sumber daya alam. Kita harus kawatir sejarah telah memberikan banyak pembelajaran. Jangan sampai masa itu terulang. Yang di mana penjajah selama berangsur-angsur terus menjajah kita.dan pemerintah tentunya harus memperhatikan nasib rakyat kita terlebih dahulu, baru mendahulukan yang lain. Generasi hari ini harus banyak belajar dari sejarah dan juga harus pandai-pandai menjaga bukan malah membiarkan.

MENGENAL LEBIH DEKAT SOSOK CALON KETUA DEMA/ PRESIDEN MAHASISWA PERIODE 2017-2018


Muhammad Ivansyah, mahasiswa Ekonomi Syariah Angkatan 2014 ini sedang sentral dibicarakan dalam dunia perpolitikan kampus IAIN Kendari oleh para mahasiswa. Ya, mahasiswa semester delapan ini adalah calon Presiden Mahasiswa/Ketua DEMA IAIN Kendari nomor urut 1.

Laki-laki kelahiran Pomalaa, Kabupaten Kolaka pada 14 Juli  1996 silam ini adalah anak pertama dari dua bersaudara. Dididik dengan keras oleh keluarganya, ia sudah terbiasa hidup mandiri sejak kecil. Selama menjadi mahasiswa ia tak sekedar kuliah, tapi juga bekerja dan berorganisasi. Ia sendiri rela mengorbankan waktu tidurnya hanya 2-3 jam dalam sehari. Ia meyakini, hidup adalah untuk mencari kebermanfaatan, salah satunya adalah dengan jalan berorganisasi.

Hari ini, ia mencalonkan diri untuk memimpin dari garda depan dengan landasan motivasi “ada niat, di situ ada jalan. Artinya ia punya niat, mempunyai dorongan dari kawan-kawan, senior, adinda-adinda di organisasi dan jurusan, serta dorongan dari orang tuanya yang membangun karakter keberanian, ingin maju, dan bertarung. 

Baginya, pemimpin adalah pribadi yang dikorbankan. Dalam perspektif, ia harus harus melayani, memotivasi, dan memberikan sebuah karya yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus bisa bekerja keras dan membuat gebrakan-gebrakan yang baru di organisasi.

Hingga hari ini ivansyah pernah menjadi Ketua IMM Komisariat IAIN Kendari periode 2016-2017, Pengurus UKM Seni IAIN Kendari, Pengurus Oasis  Sultra, Pengurus DEMA IAIN Kendari, Ketua HMPS Ekonomi Syariah Dua Periode, dan Ketua Panita PBAK 2016,

Ia diusung oleh segenap pengurus Partai Kesatuan Mahasiswa (PKM) yang selanjutnya melakukan koalisi bersama 3 Partai Besar di IAIN Kendari antara lain Partai Serikat Mahasiswa Islam (Pasmi), Partai Sahabat Mahasiswa (PSM), dan Partai Bintang Mahasiswa (PBM). Ke 4 partai ini kemudian mendeklarasikan Koalisinya dengan nama Koalisi Pasti Sehati (KOPI) 41. Yang berarti 4 partai dalam 1 tujuan pengembangan yang sama untuk Lembaga Kemahasiswaan IAIN Kendari beserta seluruh Mahasiswa IAIN Kendari.

Visi-misi Koalisipun disusun secara bersama dengan mengutamakan kepentingan keseluruhan mahasiswa. Yakni, Menjadikan IAIN Kendari sebagai sentral pembelajaran lembaga Kemahasiswaan (Keorganisasian) di SULTRA dengan mengintensifkan seluruh kegiatan organisasi intra dan ekstra kampus.

Dengan misi antara lain menghimpun dan mengakomodir aspirasi mahasiswa IAIN Kendari untuk diselesaikan dengan jalur yang sesuai dengan KBM IAIN Kendari.

Juara Satu di Event GenBi, Begini Curhatan Nur Wulan Sari

UkmPersNews, IAIN Kendari - Pasca meraih juara satu lomba Essay dan Photo Contest yang digelar GenBI IAIN Kendari, Sabtu (2/12/17). Nur...